Effective Collaborative Leadership

Pilih Paket Pendaftaran

Hubungi Kami untuk info lebih lanjut

Leadership

Pendaftaran sedang ditutup.

Bagikan:

Deskripsi Program

Modul pelatihan Effective Collaborative Leadership ini merupakan panduan komprehensif yang dirancang untuk membekali para pemimpin di semua level organisasi mulai dari manajer lini pertama, manajer menengah, kepala departemen, hingga pemimpin proyek dan pemimpin informal dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memimpin secara kolaboratif di era VUCA yang penuh kompleksitas dan ketidakpastian. Dimulai dengan pemahaman mendalam tentang konsep dasar kolaborasi termasuk perbedaannya dengan koordinasi, kooperasi, dan kerja kelompok biasa, serta tujuan, manfaat, keunggulan, dan hambatan-hambatan yang sering muncul (struktural, kultural, individual, sumber daya, dan teknologi) modul ini mengupas tuntas transformasi gaya kepemimpinan dari model "BOSS" yang otoriter dan mengontrol menuju model "COACH" yang memberdayakan, memfasilitasi, dan menginspirasi, dilengkapi dengan karakteristik, kompetensi inti, serta berbagai gaya kepemimpinan kolaboratif (fasilitator, katalisator, pelayan, penghubung, partisipatif). Lebih lanjut, modul ini membahas strategi membangun budaya kolaborasi yang kuat melalui tujuh langkah sistematis mulai dari penilaian, komitmen pimpinan, komunikasi visi, perancangan ulang sistem dan proses, pengembangan kompetensi, penciptaan ritual dan simbol, hingga pemantauan dan penyesuaian berkelanjutan serta peran krusial pemimpin sebagai teladan, arsitek budaya, pembina, penjaga keamanan psikologis, dan penghubung. Dilengkapi dengan strategi mengelola perubahan menuju organisasi yang responsif (mencakup model perubahan Kurt Lewin, Kotter, dan ADKAR, resistensi terhadap perubahan, serta kolaborasi sebagai kunci keberhasilan perubahan), teknik kolaborasi efektif (brainstorming, pengambilan keputusan kolaboratif, fasilitasi pertemuan), strategi kolaborasi lintas bidang dan virtual, serta etika dan budaya kolaboratif yang berkelanjutan, modul ini juga mengasah keterampilan komunikasi dan interaksi esensial seperti mendengarkan aktif dan empati, komunikasi asertif, pengelolaan konflik, serta pembangunan kepercayaan dan keterbukaan dalam tim sehingga peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata untuk menciptakan organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi melalui kekuatan kolaborasi.

Kompetensi

  1. 1 Mampu Memahami Konsep Kolaborasi dan Mentransformasikan Gaya Kepemimpinan Menuju Model yang Memberdayakan: Peserta mampu memahami secara komprehensif konsep dasar kolaborasi termasuk perbedaan dengan koordinasi, kooperasi, dan kerja kelompok, serta tujuan, manfaat, keunggulan, dan hambatan implementasinya. Peserta juga mampu mengidentifikasi dan mentransformasikan gaya kepemimpinan dari model "BOSS" (otoriter dan mengontrol) menuju model "COACH" (memberdayakan, memfasilitasi, dan menginspirasi) dengan menginternalisasi karakteristik dan kompetensi inti pemimpin kolaboratif, serta menerapkan berbagai gaya kepemimpinan kolaboratif (fasilitator, katalisator, pelayan, penghubung, partisipatif) secara tepat sesuai dengan konteks dan kebutuhan tim.
  2. 2 Mampu Merancang Strategi Membangun Budaya Kolaborasi dan Mengelola Perubahan secara Responsif: Peserta mampu merancang dan mengimplementasikan strategi membangun budaya kolaborasi yang kuat melalui tujuh langkah sistematis mulai dari penilaian kondisi awal, pembentukan komitmen pimpinan puncak, komunikasi visi dan pelibatan organisasi, perancangan ulang sistem dan proses, pengembangan kompetensi kolaboratif, penciptaan ritual dan simbol pendukung, hingga pemantauan dan penyesuaian berkelanjutan dengan mengaktifkan peran pemimpin sebagai teladan, arsitek budaya, pembina, penjaga keamanan psikologis, dan penghubung. Selain itu, peserta mampu menerapkan strategi pengelolaan perubahan organisasi (melalui model Kurt Lewin, Kotter, dan ADKAR) serta mengatasi resistensi perubahan secara kolaboratif untuk menciptakan organisasi yang responsif, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi dinamika lingkungan yang terus berubah.
  3. 3 Mampu Menguasai Teknik Kolaborasi, Etika, dan Keterampilan Komunikasi Interpersonal untuk Membangun Tim yang Solid dan Produktif: Peserta mampu menerapkan teknik kolaborasi efektif seperti brainstorming produktif, pengambilan keputusan kolaboratif (konsensus, Fist to Five, multi-voting), fasilitasi pertemuan, serta strategi kolaborasi lintas bidang, virtual, dan dengan stakeholder eksternal—dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika (kejujuran, keadilan, kerahasiaan, transparansi). Peserta juga mampu menguasai keterampilan komunikasi interpersonal esensial meliputi mendengarkan aktif dan empati, komunikasi asertif (termasuk teknik DEAR MAN, Broken Record, Fogging, dan Negative Assertion), pengelolaan konflik secara konstruktif (dengan pendekatan kolaboratif dan model Thomas-Kilmann), serta strategi membangun kepercayaan (melalui model Trust Equation) dan keterbukaan dalam tim sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, inklusif, dan berorientasi pada solusi bersama untuk mencapai kinerja tim yang unggul dan berkelanjutan.

Fasilitas Peserta

  1. 1 Akses penuh ke platform LMS yang berisi seluruh materi pelatihan dan modul digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja secara mandiri.
  2. 2 Sertifikat elektronik yang dapat diunduh setelah peserta menyelesaikan seluruh modul dan lulus evaluasi pelatihan.
  3. 3 Kuis interaktif di setiap bab untuk mengukur pemahaman serta post-test sebagai evaluasi akhir yang sangat berguna untuk menguji penguasaan materi secara menyeluruh.